P E N G U M U M A N
Nomor : 810/955-ADM/BKD/2009
TENTANG
HASIL SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH FORMASI UMUM
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2009
I. Dasar :
1. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil;
2. Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 464.P/M.PAN/9/2009 tanggal 16 September 2009 perihal Persetujuan Rincian Formasi CPNS Daerah Tahun 2009;
3. Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 810/06-KUMKESJ.1/BKD/2009 tentang Pembentukan Tim Khusus Pengolahan Lembar Jawaban Komputer (LJK) Hasil Ujian CPNS Tahun 2009;
4. Surat Keputusan Bupati Hulu Sungai Utara Nomor 263 Tahun 2009 tanggal 23 Juli 2009 tentang Tim Kerja Kepegawaian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Formasi Umum dan Honorer Tahun 2009 Kabupaten Hulu Sungai Utara;
5. Surat Bupati Hulu Sungai Utara Nomor 810/832-ADM/BKD/2009 tentang Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2009.
II. Berdasarkan hasil pengolahan Lembar Jawaban Komputer (LJK) ditetapkan Daftar Peringkat Nilai Hasil Ujian CPNSD pada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, peserta yang dinyatakan lulus seleksi adalah sebagaimana tersebut pada lampiran pengumuman ini.
III. Peserta CPNSD pada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dinyatakan lulus tersebut diharuskan melakukan registrasi / daftar ulang yang akan dilaksanakan pada:
1. TANGGAL: 15 s.d 22 Desember 2009, Setiap hari kerja dengan penjadwalan sebagai berikut:
Senin s.d Kamis jam : 08.00 s.d 16.00 Wita
Sabtu jam : 08.00 s.d 11.00 Wita
2. TEMPAT : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara
d.a Jalan Basuki Rahmat No.1 Amuntai ( (0527) 62731 – 61098
Website http://bkd.hulusungaiutara.go.id
3. KELENGKAPAN ADMINISTRASI YANG HARUS DIPENUHI, dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap, masing-masing sebagai berikut:
a. Surat lamaran ditulis tangan sendiri menggunakan huruf cetak dengan TINTA WARNA HITAM (Boxy / sejenisnya) di atas kertas double folio bergaris tanpa materai dan dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan, ditujukan kepada Bupati Hulu Sungai Utara Up. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara
(contoh Surat Lamaran terlampir).
b.Fotokopi semua Ijazah / STTB dan Transkrip Nilai yang telah dilegalisir oleh
Pejabat yang berwenang serta memperlihatkan semua Ijazah / STTB aslinya.
c.Mengisi Daftar Riwayat Hidup (contoh terlampir).
d.Pasfoto terbaru berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 8 (delapan) lembar.
e.Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setempat beserta fotokopi yang telah dilegalisir.
f.Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah beserta fotokopi yang telah dilegalisir.
g. Surat Keterangan tidak mengkonsumsi / menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah beserta fotokopi yang telah dilegalisir.
h. Kartu Pencari Kerja (AK.1) dari Dinas Tenaga Kerja beserta fotokopi yang telah dilegalisir.
i.Mengisi Surat Pernyataan (contoh terlampir) yang dibubuhi materai Rp.6.000,- berisi tentang :
1.Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
2.Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai BUMN/BUMD dan Pegawai Swasta;
3. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri;
4.Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;
5. Tidak menjadi anggota dan atau pengurus Partai Politik.
j. Fotokopi sah Surat Keterangan Lahir / Akte Kelahiran;
k. Fotokopi sah Buku Nikah (bagi yang sudah berkeluarga);
l. Membuat Surat Pernyataan tertulis (contoh terlampir) yang dibubuhi materai Rp.6.000,- bersedia mengabdikan diri / bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan tidak mengajukan mutasi keluar daerah minimal 10 (sepuluh) tahun.
IV. Kelengkapan berkas beserta lampirannya dimasukkan ke dalam map berwarna yaitu :
a. Bagi Tenaga Guru : KUNING
b. Bagi Tenaga Kesehatan : HIJAU
c. Bagi Tenaga Teknis : MERAH
V. Bagi Peserta Seleksi yang telah dinyatakan lulus, apabila sampai batas akhir dari waktu yang ditentukan, tidak melakukan registrasi / daftar ulang, maka dianggap mengundurkan diri dan formasi yang bersangkutan akan diisi oleh peserta rangking berikutnya.
VI. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh setiap peserta yang dinyatakan lulus seleksi adalah sebagai berikut :
a. Seluruh peserta wajib mengisi Surat Pernyataan Tidak Mengundurkan Diri sebagai CPNSD Kabupaten Hulu Sungai Utara (contoh terlampir);
b. Dalam menuliskan nama, tempat dan tanggal lahir harus sama dengan Ijazah / STTB yang terakhir (seperti pada Surat Lamaran, Surat Keterangan, Surat Pernyataan serta Daftar Riwayat Hidup dan lain-lain);
c. Pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari POLRI, Surat Keterangan Sehat dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah dan Surat Keterangan tidak mengkonsumsi / menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah disebutkan untuk Keperluan :
” MELENGKAPI PERSYARATAN UNTUK DIANGKAT MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI
SIPIL DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA FORMASI TAHUN 2009 ”.
d. Batas akhir penerimaan berkas kelengkapan administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah adalah tanggal 22 Desember 2009 Pukul 16.00 Wita, di luar waktu tersebut tidak dilayani lagi, kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;
e. Apabila dijumpai kesulitan dalam hal kelengkapan persyaratan administrasi, segera dikonsultasikan kepada Panitia;
f. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam pengumuman ini akan diatur lebih lanjut.
VII. Demikian pengumuman ini dikeluarkan untuk diketahui sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Amuntai
Pada Tanggal : 10 Desember 2009
BUPATI HULU SUNGAI UTARA
H. M. AUNUL HADI
Untuk informasi peserta bisa langsung lihat di sini (klik)
Jumat, 11 Desember 2009
Senin, 30 November 2009
PIDATO ANAK 12 TAHUN MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Menakjubkan sekali! Seorang anak kecil yang berusia 12 tahun mampu membungkam petinggi-petinggi PBB. Dengan gaya retorika yang humanis, pidatonya mampu menggetarkan hati orang-orang terpilih di PBB.
Buat guru-guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMU, bahan ini bisa dijadikan bahan pelajaran untuk Standar Kompetensi yang berhubungan dengan pidato. Selain sebagai bahan pelajaran, juga sebagai penyemangat bagi anak didik kita.
****************
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yang bernama Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization (ECO).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak lain mengenai masalah lingkungan.
ECO pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan Hidup PBB, di mana pada saat itu Severn yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yangg disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening? Lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yang berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
atau bisa dilihat di sini (klik)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada Anda sekalian orang dewasa bahwa Anda harus mengubah cara Anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.
Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu-persatu mengalami kepunahan tiap harinya –hilang selamanya.Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah Anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika Anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin Anda sekalian menyadari bahwa Anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika Anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Di sini Anda adalah delegasi negara-negara Anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi –tetapi sebenarnya Anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi– dan Anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahantidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan –kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang".
Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran Anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anakyang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, Anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untukberbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa Anda kemudian melakukan hal yang Anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa Anda menghadiri konperensi ini, mengapa Anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak Anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa Anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas Anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang Anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
"Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun."
semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari cerita ini
--------------------
Sabtu, 21 November 2009
Selamat Buat Pak Adi dan Pak Hasan!
Setelah menunggu hampir 2 tahun, akhirnya pada hari Kamis tanggal 19 November 2009, dua guru SMPN 1 Banjang diambil sumpahnya untuk diangkat menjadi PNS Kab. HSU. Acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Diklat Pananggak Banua BKD Kabupaten Hulu Sungai Utara.Pengambilan sumpah tersebut dilakukan oleh Bupati Kab. HSU, H.M. AUNUL HADI dan diikuti oleh 177 peserta. Acara tersebut berlangsung hidmat walaupun sederhana. Semoga dengan diangkatnya para CPNS menjadi PNS 100%, kinerja pegawai di lingkungan Pemkab HSU menjadi lebih baik. TIM IT SMPN 1 Banjang mengucapkan selamat dan Sukses buat M. Sahriadi, S.Pd dan Hasanuddin, S.Pd atas diangkatnya menjadi PNS 100%. Tim IT SMPN 1 Banjang
Label:
Kegiatan
Sabtu, 24 Oktober 2009
Profil Menteri Pendidikan Nasional
Profil Mendiknas Prof. Dr. Ir. Muhammad NuhBeberapa hari sebelum pengumuman nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY),nama Muhammad Nuh belum disebut-sebut sebagai calon Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).Nama yang santer disebut-sebut sebagai calon pengganti Bambang Sudibyo adalah Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina Jakarta). Namun pada Rabu malam, 21 Oktober 2009,SBY mengumumkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional adalah Muhammad Nuh.
Siapa dan bagaimana profil Muhammad Nuh? Berikut profil singkat beliau yang saya kutip dari beberapa sumber.Muhammad Nuh lahir di Surabaya 17 Juni 1959. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Anak ketiga dari 10 bersaudara dari keluarga petani itu adalah lulusan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983. Gelar S2 dan S3 diraihnya dari Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis. Dia juga telah dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu digital system, 2004.
Mohammad Nuh mengawali karirnya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan terpercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat.Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengerus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.
Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang ulama (kiyai) yang sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya.Suami dari dokter gigi Laily Rachmawati, dan ayah dari Rachma Rizqina Mardhotillah, pernah menjabat Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2003-2006.Sebelum menjabat Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I menggantikan Sofyan Djalil pada perombakan kabinet tahun 2007.
Biodata
Nama: Prof Dr Ir Muhammad Noeh
Lahir: Surabaya 17 Juni 1959
Agama: Islam
Jabatan: Menteri Pendidikan Nasional
Isteri: drg. Laily Rachmawati
Anak: Rachma Rizqina Mardhotillah
Pendidikan:
- S1 Fakultas Teknik Elektro ITS, 1983
- S2 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis, 1987
- S3 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis, 1990
Karir:
- Ketua Jurusan Teknik Elekronika, Politeknik Negeri Surabaya ITS, 1992-1993
- Direktur Politeknik Negeri Surabaya ITS, 1997-2003- Guru Besar ITS, 2004
- Rektor ITS, 2003-2006
- Menkominfo, 2007-2009
- Mendiknas, 2009-2014
Sumber/Daftar Pustaka:
-www.web.bisnis.com
-www.tokohindonesia.com
-www.wikipedia.org
-www.lkbnantara.com
Data ini diambil dari Saudara Aswan di http://pedomanrakyat.blogspot.com/2009/10/profil-mendiknas-prof-dr-ir-muhammad.html
Label:
Info
Jumat, 23 Oktober 2009
Informasi Penerimaan CPNSD di Kab HSU (Formasi Guru)
Berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 25.F/M.PAN/7/2009 tanggal10 Juli 2009 tentang Persetujuan Prinsip Tambahan Formasi CPNS Daerah tahun 2009 dan Nomor: 464.P/M.PAN/9/2009 tanggal 16 September 2009 perihal Persetujuan RincianFormasi CPNS Daerah tahub 2009, bahwa Pemkab HSU melaksanakan Pengadaan CPNSD Formasi umum Tahun 2009.
1. Jumlah Formasi dan Kualifikasi Pendidikan
Jumlah formasi untuk CPNSD kab HSU dari pelamar umum sebanyak 380 orang, dengan rincian:
a. Tenaga guru sebanyak 190 orang
b. Tenaga Kesehatan sebanyak 106 orang
c. Tenaga Teknis sebanyak 84 orang
2. Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Berbadan sehat dan bebas narkoba
3) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (per 31 Desember 2009)
4) Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
5) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/CPNS
5) Bersedia ditempatkan dilingkungan Pemkab HSU
6) Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS atau TNI/Polri
7) Tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik
B. Persyaratan Administrasi Pendaftaran
1) Pelamar mengajukan permohonan yang ditandatangani sendiri dan ditujukan kepada:
BUPATI HULU SUNGAI UTARA
Up. Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
di-
Amuntai
2) Setiap pelamar menyebutkan dalam surat lamarannya formasi jabatan yang dilamar sesuai dengan formasi yang tersedia;
3) Permohonan ditulis dengan tinta hitam (Boxi/sejenisnya) di atas kertas double folio bergaris, tanpa materai, dan alamat harus lengkap;
4) Mengisis formulir biodata yang disediakan panitia;
5) Permohonan dilampiri dengan:
a. Memperlihatkan ijazah dan transkrip nilai asli dan menyerahkan fotokopinya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, masing-masing 1 lembar; tidak berlaku yang menggunakan surat keterangan kelulusan;
b. Pas Photo ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar;
c. Memperlihatkan AK1 (Kartu Pencari Kerja) dan menyerahkan fotokopinya yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar;
6) Permohonan beserta lampirannya dimasukkan dalam map berwarna:
a. Kuning untuk GURU
b. Hijau untuk KESEHATAN
c. MERAH untuk tenaga Teknis
C. Tempat dan Jadwal Pendaftaran
1. Tempat pendaftaran di kantor BKD Kab HSU Jl. Basuki Rahmat Amuntai
2. Waktu pendaftaran dimulai tanggal 26 Oktober 2009 jam 08.00 WITA (hari kerja) sampai dengan tanggal 4 Nopember 2009 pukul 16.00 WITA, kecuali hari Jumat-Sabtu pukul 08.00-11.00;
3) Pelamar yang memenuhi persyaratan akan diberi nomor tes oleh panitia.
3. Semua berkas menjadi hak milik Panitia CPNSD kab HSU
D. Materi Tes
1. Tes Kompetensi Dasar (TKD),
a) Tes Pengetahuan umum
b) Tes Bakat SKolastik
c) Tes Skala Kematangan
F. Pelaksanaan Tes Seleksi dan Hasil tes
1. Pelaksanaan Ujian seleksi CPNSD dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Nopember 2009 (waktu dan tempat ditentukan kemudian)
2. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus CPNSD direncanakan pada pertengahan Desember 2009.
3. Bagi pelamar yang sudah mendaftarkan diri sebagai CPNS pada kabupaten lain tidak diperkenankan/diperbolehkan mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS di lingkungan Kab HSU, kab kota lainnya.
Lampiran I: Formasi Guru



Selengkapnya syarat dan contoh lamaran bisa dilihat di Papan Pengumuman Dinas Pendidikan dan BKD Kab.HSU
Selamat Berjuang!
1. Jumlah Formasi dan Kualifikasi Pendidikan
Jumlah formasi untuk CPNSD kab HSU dari pelamar umum sebanyak 380 orang, dengan rincian:
a. Tenaga guru sebanyak 190 orang
b. Tenaga Kesehatan sebanyak 106 orang
c. Tenaga Teknis sebanyak 84 orang
2. Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Berbadan sehat dan bebas narkoba
3) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (per 31 Desember 2009)
4) Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
5) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/CPNS
5) Bersedia ditempatkan dilingkungan Pemkab HSU
6) Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS atau TNI/Polri
7) Tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik
B. Persyaratan Administrasi Pendaftaran
1) Pelamar mengajukan permohonan yang ditandatangani sendiri dan ditujukan kepada:
BUPATI HULU SUNGAI UTARA
Up. Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
di-
Amuntai
2) Setiap pelamar menyebutkan dalam surat lamarannya formasi jabatan yang dilamar sesuai dengan formasi yang tersedia;
3) Permohonan ditulis dengan tinta hitam (Boxi/sejenisnya) di atas kertas double folio bergaris, tanpa materai, dan alamat harus lengkap;
4) Mengisis formulir biodata yang disediakan panitia;
5) Permohonan dilampiri dengan:
a. Memperlihatkan ijazah dan transkrip nilai asli dan menyerahkan fotokopinya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, masing-masing 1 lembar; tidak berlaku yang menggunakan surat keterangan kelulusan;
b. Pas Photo ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar;
c. Memperlihatkan AK1 (Kartu Pencari Kerja) dan menyerahkan fotokopinya yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar;
6) Permohonan beserta lampirannya dimasukkan dalam map berwarna:
a. Kuning untuk GURU
b. Hijau untuk KESEHATAN
c. MERAH untuk tenaga Teknis
C. Tempat dan Jadwal Pendaftaran
1. Tempat pendaftaran di kantor BKD Kab HSU Jl. Basuki Rahmat Amuntai
2. Waktu pendaftaran dimulai tanggal 26 Oktober 2009 jam 08.00 WITA (hari kerja) sampai dengan tanggal 4 Nopember 2009 pukul 16.00 WITA, kecuali hari Jumat-Sabtu pukul 08.00-11.00;
3) Pelamar yang memenuhi persyaratan akan diberi nomor tes oleh panitia.
3. Semua berkas menjadi hak milik Panitia CPNSD kab HSU
D. Materi Tes
1. Tes Kompetensi Dasar (TKD),
a) Tes Pengetahuan umum
b) Tes Bakat SKolastik
c) Tes Skala Kematangan
F. Pelaksanaan Tes Seleksi dan Hasil tes
1. Pelaksanaan Ujian seleksi CPNSD dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Nopember 2009 (waktu dan tempat ditentukan kemudian)
2. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus CPNSD direncanakan pada pertengahan Desember 2009.
3. Bagi pelamar yang sudah mendaftarkan diri sebagai CPNS pada kabupaten lain tidak diperkenankan/diperbolehkan mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS di lingkungan Kab HSU, kab kota lainnya.
Lampiran I: Formasi Guru
Selengkapnya syarat dan contoh lamaran bisa dilihat di Papan Pengumuman Dinas Pendidikan dan BKD Kab.HSU
Selamat Berjuang!
Label:
Pengumuman
Pembelajaran Muatan Lokal Sastra Banjar melalui Pantun Madihin
Oleh: M. Sahriadi, S.PdAbstract : Madihin adalah salah satu kesenian Banjar yang memanfaatkan syair dan pantun dengan alat tarbang sebagai pengiringnya. Seiring dengan maraknya muatan lokal diajarkan kepada siswa sejak sekolah dasar hingga sekolah lanjutan, memberikan dampak bagi pemasukan bahan ajar berupa pantun madihin ke dalam kurikulumnya. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan memasyarakatkan pantun madihin tersebut.
Key words : Madihin, muatan lokal
Abstract: Madihin is anyone of artistry of Banjar exploiting idyl and poetry by means of tarbang as its attendant. Along with the hoisterous of local payload taught to student of since elementary school till the continuation school, giving impact for inclusion of substance teach in the form of poetry of madihin into its curriculum. This matter aim to to defin and socialize poetry of the madihin.
Key Words : Madihin, local payload
Pendahuluan
Menurut Kawi (1999), muatan lokal adalah suatu mata pelajaran tambahan yang alokasi pelajaran yang disajikannya lebih menekankan kepada produk dalam (lokal) berupa unsur-unsur atau hal-hal daerah yang nantinya berguna dan bermanfaat untuk kehidupan di masa yang akan datang. Muatan lokal bisa berbentuk bahasa daerah, kesenian daerah, keterampilan daerah permainan tradisional, makanan dan minuman khas daera, berkebun, dan lain-lain. Atau dengan pengertian lain, muatan lokal adalah pembelajaran tambahan yang dianjurkan kurikulum 1994 agar menambah unsur seni budaya daerah pada pendidikan dasar dan menengah, berupa pengetahuan tambahan bahasa, keterampilan, kesenian/budaya daerah dan baca tulis Al-Quran. Contohnya di provinsi Bali, muatan lokalnya adalah seni pahat memahat dan bahasa Inggris yang berguna bagi penerima kunjungan wisatawan mancanegara sebagai pembimbing turis asing.
Memasuki abad ke-19 pada waktu itu Syeikh Muhammad Arsjad Al Banjari pulang ke Benua Banjar dari Tanah Suci. Sejak saat itu pula telah berkembang seni madihin bernapaskan nilai-nilai agama Islam.
Seni madihin tidak terlepas kaitannya dengan seni syair. Baik isi maupun kata-katanya ditinjau dari struktur seni madihin itu sendiri, yaitu terdiri atas 4 baris dan bersjak sama. Sejak dari memasang tabi, menyampaikan isi sampai dengan penutup terjalin satu kesatuan cerita yang unik.
Seni madihin maupun mamanda berkembang di Rantau (Tapin). Seni madihin terus berkembang ke seluruh Benua Lima dan berlanjut ke daerah-daerah Banjar kuala khususnya Banjarmasin.
Seni madihin termasuk salah satu puisi lama dalam kesusastraan Banjar. Tumbuhnya kesenian madihin bersama-sama dengan pantun, syair, lambut, mamanda, dan lain-lain.
Madihin merupakan hiburan bagi seluruh masyarakat, baik kaum bawah, menengah, maupun kaum atas. Sedangkan yang biasa kita saksikan di TVRI Banjarmasin adalah madihin yang dibawakan oleh John Tralala dan anaknya Hendra Hadiwijaya. Madihin yang mereka tampilkan memberikan kesan lucu/jenaka yang membuat penonton bangkit semangatnya, bahagia dan antusias dalam mengikuti jalannya pertunjukan. Meskipun mengandung aspek humor akan tetapi dalam bait tetap mengandung nilai-nilai universal, seperti pantun kepada orang tua, pacar, dan lain-lain. Madihin merupakan puisi rakyat Banjar. Madihin merupakan salah satu hasil kebudayaan Banjar yang perlu dilestarikan karena setiap ada keramaian terutama pada peringatan hari-hari besar, madihin seringkali ditampilkan. Demikian pula ketika upacara perkawinan baru dilangsungkan. Malam hari setelah siang harinya pengantin bersanding, terdengarlah bunyi pukulan tarbang yang diiringi dengan irama lagu. Dengan demikian madihin berfungsi sebagai hiburan masyarakat.
Teknik menyajikan Madihin dengan sarana Pantun dan Syair Banjar
Pamadihinan (tukang madihin), menyampaikan madihinnya sambil menabuh tarbang yang dipegangnya. Madihin dapat disampailan oleh seorang pamadihinan, dapat pula dilakukan oleh beberapa seorang secara bergantian ataupun bersahut-sahutan. Semakin banyak pamadihinannya maka semakin ramailah suasana. Menarik tidaknya madihin bagi para pendengarnya, tergantung pula kepada kepandaian si Pamadihinan itu sendiri. Pandainya ia memilih tema cerita-cerita kemudian menyusunnya ke dalam rangkaian kalimat yang bersajak pada akhirnya, membuat segarnya madihin yang disampaikannya.
Tema madihin luas sekali, apapun dapat menjadi tema madihin, seperti humor, sindiran, saran-saran perbaikan, kampanye, dan lain-lain.
Contoh bagian pendahuluan madihin:
aaa….aaa….aaa….wan
sadang mulai sadang bajalan
napanglah hari silandung malam
bintang lawan bulan sigamarlapan
dapat dimulai dapat bajalan
sebab hari si jauh malam
bintang wan bulan gamarlapan
manandaakan hari si jauh malam
Kesenian ini bisa beriskan nyanyian ataupun pantun-pantun yang berisikan nasihat-nasihat ataupun pelajaran-pelajaran tanpa ada kesan menggurui. Kesenian Madihin ini biasa diadakan dalam suatu acara mislnya memeriahkan pesta perkawinan, pesta sehabis panen,ataupun dalam suatu acara keagamaan. Dan kesenian ini lebih asyik karena menggunakan bahasa Banjar sebagai bahasa pengantar dan dapat pula menggunakan bahasa Indonesia agar orang luar Kalimantan dapat mengerti.
Kesenian Madihin berasal dari kata “madah” yang artinya “berkata-kata”. Fungsi kesenian tersebut hanya sebagai hiburan bagi masyarakat di waktu-waktu tertentu. Berikut ini disajikan contoh struktur Madihin.
Contoh pembukaan dan memasang tabi
Aaa…aaa…aaa…aaa
Assalamualaikum ulun maucap salam
Gasan hadirin hadirat sabarataan
Ulun bamadihin ulahan satu malam
Supan rasanya ulun mambawaakan
Tarima kasih ulun ucapakan
Atas sambutan sampiyan samunyaan
Amun ulun salah, jangan ditatawaakan
Maklumlah ulun hanyar cacobaan.
Salamat datang hadirin nang tarhormat
Kuucap salam supaya samua salamat
Tasanyum (takarinyum) dulu itu sabagai syarat
Supaya pahala dunia akhirat kita dapat.
Untuk kadua kali ulun duduk di sini
Mambawaakan madihin wayah hini
Sabagai bukti ulun dapat inspirasi
Inspirasi yang baik daripada minggu tadi.
Ampun maaf ulun sampaiakan
Kalau kamarian ulun asal-asalan
Manyambati pian nang kada karuan
Karana ulun kada sangaja mambawaakan.
Panyampaian isi manguran, yaitu:
Aaa…wan
Baisukan ini, cuaca carah sakali
Carah ssakali untuk maunjun di kali
Kali nang ada di sabalah sini
Banyak iwaknya jua banyak batahi.
Amun ulun pargi mandi di kali
Untuk manarusakan tradisi urang bahari
Sabagai pamulaan ulun mambarasihakan diri
Sakalinya badapat buhaya mati
Aaa…wan
Manusia wayah hini
Sudah pada barani bagini
Malawan kawitan suddah manjadi tradisi
Kada takuta ikam azab di akhirat nanti
Kakanakan wayah hini
Lawwan kawitan wani-wani
Dimamai sakali, mambalas saribu kali
Dasar dunia handak bagila lagi
Amun saurangan, palihara kalbumu
Amun di tangah urang, palihara lidahmu
Amun di mija makan, palihara parutmu
Amun di jalanan, palihara matamu
Aaa…wan
Dasar babinian wayah hini
Sudah inya sangatlah wani-wani
Bapakaian singkat, rok mini sakali
Naik sapida mutur handaknya bacalurit lagi
Katanya ini sudah zamannya reformasi
Sudah saatnya kita ubah posisi
Jangan hanya lalakian nang manguasai
Kini wayahnya kita jadi polisi
Kalau memang zaman sudah baganti
Handak rasanya ulun mancari lagi
Dapat nang langkar sakalinya nang sudah balaki
Hancur pasaranku, dapat si bini balu
Amun dicium di bibir ngarannya bakucupan
Amun dicium di dada ngarannya bakunyutan
Amun dicium di gulu ngarannya bacupangan
Amun dicium di ketek kaina pian kana lempang
Karna itu kada tamasuk aturan
Akhirnya pipi padas bahabangan
Penutupnya adalah:
Distop dahulu ulun bamadihinan
Ngalu kapala bapandir kada karuan
Handak rasanya ulun mangacak pingggang
Biar badiam, pian tatawaan
Cukup sakian ulun mamadahakan
Gasan pian nang sudah baranakan
Agar jangan salah manarapakan
Dalam mangarungi bahtera kahidupan
Tarima kasih ulun haturakan
Atas parhatian dari awal sampai pahujungan
Mudahan piyan kada lakas muyak
Lawan madihin ulun yang mahanyutakan
Aaa…wan
Sadang bamandak….sadang pula batahan
Karana ulun sudah kauyuhan
Awak ulun sudah limbuy bapaluhan,
muntung ulun sudah baliuran.
Riwayat Lahirnya Madihin Hingga Sekarang
Madihin berasal dari kata “madah” (pujiian) atau dalam bahasa Banjar “papadahan” (nasihat) yang dipengaruhi oleh syair-syair sastra dengan cara akhiran yang sama. Dalam menyampaiakan syair-syair Madihin, senimannya sambil menabuh terbang (sejenis alat rebana) sebagai musik penggiring, seperti gendang musik Melayu dari tanah Malaka.
Kesenian Madihin diperkirakan mulai tumbuh dan berkembang setelah masuknya Islam ke Kalimantan Selatan, dan mulai di Tawia kecamatan Angkinang kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan tokoh pamadihinan kampung Tawia ini adalah “Dulah Nyanyang”.
Namun ada juga yang menyebutkan bahwa Madihin berasal dari Kabupaten Tapin, serta berasal dari kecamatan Paringin, kabupaten Hulu Sungai Utara (Sekarang Balangan).
Pementasan Madihin
Seni Madihin ini biasanya disajikan pada arena terbuka dengan panggung sederhana terbuat dari bambu dengan hiasan daun enau muda dengan perengkapan dua buah meja, empat buah kursi karena biasanya tampil empat orang seniman dua laki-laki dan dua perempuan secara berpasanangan.
Sebelum menyajikan seni Madihin, biasanya seniman membacakan berbagai mantra, maksudnya agar tidak diganggu makhluk halus serta kekuatan lain yang bisa mengganggu konsentrasi pada waktu tampil serta membakar kemenyan (parafin).
Para pamadihinan biasanya memukul terbang sebagai salam pembuka, seraya mengucapkan selamat datang dan ucapan minta maaf bila dalam penyampaian Madihin nanti ada kesalahan. Kemudian baru pamadihinan menyampaikan syair-syair berupa pantun, baik yang bernada nasihat, bercerita bahkan tiddak sedikit syair yang bernada humor serta ada juga syair sedikit berbau porno.
Seni ini bisa disajikan pamadihinan berdasarkan pesanan orang yang mengadakan acara perkawinan, sunatan, panenan, atau acara kenduri lainnya.
Simpulan
Untuk memberdayakan dan melestarikan kesenian tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai seni tutur “Madihin” pernah diadakan difestivalkan. Tokoh-tokoh pamadihinan Kalsel dewasa ini yang dapat didata hanyalah Jhon Tralala alias Yusran Effendi (42 tahun, tahun 2000), Mat Nyarang dari Kabupaten Banjar, Abdul Gani dari Kota Baru, Zainuddin dari Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Sebagai bahan muatan lokal sastra Banjar, kesenian Madihin perlu dibuatkan bahan pelajaran yang memang benar-benar berisi syair Madihin dan cara memainkannya/melagukan syair Madihin serta alatnya terbang “rebana” khusus dan pengajar Madihin ini perlu dilatih dan disiapkan sedini mungkin untuk mengajarkannya kelak. Walaupun nanti kesenian Madihin ini tidak dapat dimsukkan juga dalam kurikulum muatan lokal, alangkah baiknya pelajaran Madihin ini diberikan dalam kegiatan kesenian atau ekstrakurikuler dengan cara memperdengarkan kaset Madihin atau menonton cassette disk Madihin melalui VCD.
Saran
Kebudayaan kita yang hanya menjadi tokoh di belakang panggung (di balik layar) haruslah kita buang jauh-jauh, gantilah itu dengan keberanian menjadi pelopor kebangkitan sastra lisan Madihin yang kerap hanya dibawakan oleh orang-orang tertentu saja.
Daftar Pustaka
Ant/ Si. Seni Khas suku Banjar Madihin di ambang Kepunahan, dalam Budaya Dekrit.
Nomor 28 Tahun I, Agustus 2000,Hal:4
Ghany, Markum Suriansyah. Humor dalam Pantun Madihin. Wanyi,1999.
Ismail, Abdurachman. Peran Seni Madihin, dalam harapan dan wujud nyata. Makalah
seminar. 3 juni 2000.
Kawi, Djantera. 1999. Materi Perkuliahan Penelitian Pengajaran Bahasa. Banjarmasin:
FKIP Unlam.
Rafiek, Muhammad. Mencetak Generasi Pamadihinan di Kalimantan Selatan. Makalah
Forkomnas MSI XIII tahun 2000 di Yogyakarta.
Rafiek, Muhammad. 2000. Koleksi Tugas-Tugas IBD Fekon Unlam. Banjarmasin:FKIP
Unlam.
Rafiek, Muhammad. 2004. Materi Perkuliahan Sastra Daerah. Banjarmasin: FKIP Unlam.
Label:
Pembelajaran
Kamis, 22 Oktober 2009
Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II
SMP Negeri 1 Banjang mengucapkan selamat kepada para menteri kabinet Indonesia bersatu II yang telah dipilih oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. Khususnya kepada Menteri Pendidikan Nasional, yaitu Muhammad Nuh, semoga berhasil menjadikan pendidikan di Indonesia lebih maju.
Berikut ini adalah daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014 :
1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
30. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
Demikian susunan kabinet Indonesia bersatu II, kami harapkan para menteri yang mayoritas berasal dari parpol dan juga non parpol benar-benar berjuang untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk mensejahterakan sesuatu kelompok maupun kesejahteraan pribadi.
Berikut ini adalah daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014 :
1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
30. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
Demikian susunan kabinet Indonesia bersatu II, kami harapkan para menteri yang mayoritas berasal dari parpol dan juga non parpol benar-benar berjuang untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk mensejahterakan sesuatu kelompok maupun kesejahteraan pribadi.
Label:
Pengumuman
Senin, 19 Oktober 2009
Hikayat Banjar
Bagi para guru, khususnya guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kesenian yang ingin mengajarkan dongeng kepada anak didiknya, di sini kami masukkan salah satu khazanah sastra klasik terkenal dari Kalimantan Selatan, yaitu Hikayat Banjar.
Cerita yang panjang ini sudah dibuat menjadi sebuah sinopsis oleh seorang guru SMPN 1 Banjang, yaitu M. Sahriadi. Pembuatan sinopsis ini menurut keterangan pembuatnya, hampir memakan waktu 5 bulan yang pada mulanya ditujukan untuk analisis cerita daerah pada pembelajaran sastra di SMP 1 Banjang. Karena menurut beliau sudah saatnya para siswa di Kalsel-Teng tahu tentang cerita dari daerahnya sendiri.
Di laman ini, kami hanya memasukkan sebagian dari kisah yang luar biasa tersebut. Juga ditambah beberapa cerita lain. Selanjutnya Anda bisa langsung mengunduhnya di weblog guru yang dimaksud. Anda bisa mengkliknya di:
1. Sinopsis Hikayat Banjar Part 1
2. Sinopsis Hikayat Banjar Part 2
3. Cerita tentang "Nisan Berlumur Darah" dari Martapura
4. Cerita Penghulu Rasyid
Juga cerita lain bisa Anda lihat di blog tersebut. Atau klik di sini untuk melihat-lihat
Sinopsis
Hikayat Banjar
Cerita ini berasal dari negeri Keling. Di sana hidup seorang pedagang yang kaya raya bernama saudagar Mangkubumi. Istrinya bernama Siti Rara. Anaknya bernama Empu Jatmika. Setelah Empu Jatmika besar kemudian dia kawin dengan Sari Manguntur. Dari perkawinannya ini Empu Jatmika mendapat dua orang putra, bernama Empu Mandastana dan Lembu Mangkurat. Saudagar Mangkubumi jatuh sakit ketika kedua cucunya masih remaja. Semua anggota keluarga dititahkan untuk berjaga selama 40 hari, siang dan malam. Saudagar Mangkubumi meminta supaya anak dan cucunya datang menghadap ketika beliau hampir meninggal dunia. Kemudian dia berpesan kepada anaknya Empu Jatmika supaya menjaga seluruh keluarga dengan sebaik-baiknya. Selain itu beliau berpesan agar jangan kikir dan bersikap adil terhadap setiap orang. Hendaklah anaknya menerima dan mendengar setiap permohonan orang yang datang menghadap dengan segera. Itulah kata-kata terakhir dari saudagar Mangkubumi.
Sebelumnya juga beliau berpesan supaya anaknya pergi merantau ke luar negeri Keling karena di negeri Keling ini terdapat banyak orang yang suka iri hati dan dengki. Anaknya Empu Jatmika harus mencari negeri yang bertanah panas dan berbau harum. Untuk mengetahui hal itu hendaklah dia menggali tanah yang didatanginya, kira-kira pada tengah malam dan mengambilnya sekepal. Jika telah berhasil menjumpai daerah yang tanahnya memenuhi syarat-syarat itu, hendaklah dia menetap di sana. Karena di tempat itulah dia mendapat rahmat dan kebahagiaan. Tanaman-tanaman akan tumbuh subur. Saudagar-saudagar akan berdagang, dan negara akan terhindar dari gangguan musuh. Jika tanah itu harum tetapi dingin, maka kebahagiaan dan kemakmuran hanyalah sekadar saja. Baik dan buruk ada di dalam keadaan seimbang. Jika tanah itu berbau busuk dan lagi dingin, maka niscaya negara itu senantiasa ditimpa bahaya. Menderita kesukaran yang tidak putus-putusnya.
Setelah berpesan demikian, saudagar Mangkubumi menutup mata untuk selama-lamanya. Semua keluarga berduka cita, dan meratapi dengan tangis kesedihan. Untuk mengikuti kebiasaan pada zaman dahulu kala, upacara pemakaman berlangsung dengan disertai pembagian beribu-ribu lembar kain dan berpuluh-puluh ribu uang yang ditaburkan.
Mengingat akan pesan ayahnya, Empu Jatmika setuju sekali untuk meninggalkan negerinya. Dia memerintahkan hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa untuk datang menghadap. Juga Wiramartas yang merupakan seorang ahli bahasa. Wiramartas fasih dalam berbahasa Arab, Persi, Melayu, Tionghoa, dan lain-lain. Kemudian Wiramartas ditunjuk sebagai kepala dari rencana perjalanan ini.
Tidak lama kemudian, bertolaklah dari negeri Keling, armada yang berlayar dengan dipelopori oleh kapal Si Prabayaksa. Empu Jatmika terdapat dalam kapal pelopor ini. Tidak lama kemudian, armada berlabuh di sebuah pulau. Tetapi ternyata pulau itu tidaklah bertanah panas dan harum. Dengan sedikit kecewa pelayaran diteruskan. Armada kemudian berlabuh di pulau Hujung Tanah. Sementara berlabuh Empu Jatmika tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu dia serasa berjumpa dengan almarhum ayahanda, yang berpesan supaya mendarat di pulau Hujung Tanah. Di situlah dia akan menjumpai apa yang dicari.
Pagi-pagi benar pergilah Empu Jatmika dengan empat orang pengiringnya menuju pulau Hujung Tanah. Dia mengambil tanah di sana, dan benarlah di sini hawanya panas laksana api, harum bagai daun pudak.
Dengan batu-batu yang dibawa dari negeri Keling, dimulailah membangun sebuah candi. Kemudian didirikan pula sebuah istana lengkap dengan balairung, pendopo dan perbendaharaan. Dengan suatu upacara di dalam balairung, Empu Jatmika memberikan nama kepada negara baru itu Nagara Dipa. Dia sendiri menjadi raja di negara ini dengan gelar Maharaja di Candi.
Lanjutanya, silakan klik pada nomor di atas
Cerita yang panjang ini sudah dibuat menjadi sebuah sinopsis oleh seorang guru SMPN 1 Banjang, yaitu M. Sahriadi. Pembuatan sinopsis ini menurut keterangan pembuatnya, hampir memakan waktu 5 bulan yang pada mulanya ditujukan untuk analisis cerita daerah pada pembelajaran sastra di SMP 1 Banjang. Karena menurut beliau sudah saatnya para siswa di Kalsel-Teng tahu tentang cerita dari daerahnya sendiri.
Di laman ini, kami hanya memasukkan sebagian dari kisah yang luar biasa tersebut. Juga ditambah beberapa cerita lain. Selanjutnya Anda bisa langsung mengunduhnya di weblog guru yang dimaksud. Anda bisa mengkliknya di:
1. Sinopsis Hikayat Banjar Part 1
2. Sinopsis Hikayat Banjar Part 2
3. Cerita tentang "Nisan Berlumur Darah" dari Martapura
4. Cerita Penghulu Rasyid
Juga cerita lain bisa Anda lihat di blog tersebut. Atau klik di sini untuk melihat-lihat
Sinopsis
Hikayat Banjar
Cerita ini berasal dari negeri Keling. Di sana hidup seorang pedagang yang kaya raya bernama saudagar Mangkubumi. Istrinya bernama Siti Rara. Anaknya bernama Empu Jatmika. Setelah Empu Jatmika besar kemudian dia kawin dengan Sari Manguntur. Dari perkawinannya ini Empu Jatmika mendapat dua orang putra, bernama Empu Mandastana dan Lembu Mangkurat. Saudagar Mangkubumi jatuh sakit ketika kedua cucunya masih remaja. Semua anggota keluarga dititahkan untuk berjaga selama 40 hari, siang dan malam. Saudagar Mangkubumi meminta supaya anak dan cucunya datang menghadap ketika beliau hampir meninggal dunia. Kemudian dia berpesan kepada anaknya Empu Jatmika supaya menjaga seluruh keluarga dengan sebaik-baiknya. Selain itu beliau berpesan agar jangan kikir dan bersikap adil terhadap setiap orang. Hendaklah anaknya menerima dan mendengar setiap permohonan orang yang datang menghadap dengan segera. Itulah kata-kata terakhir dari saudagar Mangkubumi.
Sebelumnya juga beliau berpesan supaya anaknya pergi merantau ke luar negeri Keling karena di negeri Keling ini terdapat banyak orang yang suka iri hati dan dengki. Anaknya Empu Jatmika harus mencari negeri yang bertanah panas dan berbau harum. Untuk mengetahui hal itu hendaklah dia menggali tanah yang didatanginya, kira-kira pada tengah malam dan mengambilnya sekepal. Jika telah berhasil menjumpai daerah yang tanahnya memenuhi syarat-syarat itu, hendaklah dia menetap di sana. Karena di tempat itulah dia mendapat rahmat dan kebahagiaan. Tanaman-tanaman akan tumbuh subur. Saudagar-saudagar akan berdagang, dan negara akan terhindar dari gangguan musuh. Jika tanah itu harum tetapi dingin, maka kebahagiaan dan kemakmuran hanyalah sekadar saja. Baik dan buruk ada di dalam keadaan seimbang. Jika tanah itu berbau busuk dan lagi dingin, maka niscaya negara itu senantiasa ditimpa bahaya. Menderita kesukaran yang tidak putus-putusnya.
Setelah berpesan demikian, saudagar Mangkubumi menutup mata untuk selama-lamanya. Semua keluarga berduka cita, dan meratapi dengan tangis kesedihan. Untuk mengikuti kebiasaan pada zaman dahulu kala, upacara pemakaman berlangsung dengan disertai pembagian beribu-ribu lembar kain dan berpuluh-puluh ribu uang yang ditaburkan.
Mengingat akan pesan ayahnya, Empu Jatmika setuju sekali untuk meninggalkan negerinya. Dia memerintahkan hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa untuk datang menghadap. Juga Wiramartas yang merupakan seorang ahli bahasa. Wiramartas fasih dalam berbahasa Arab, Persi, Melayu, Tionghoa, dan lain-lain. Kemudian Wiramartas ditunjuk sebagai kepala dari rencana perjalanan ini.
Tidak lama kemudian, bertolaklah dari negeri Keling, armada yang berlayar dengan dipelopori oleh kapal Si Prabayaksa. Empu Jatmika terdapat dalam kapal pelopor ini. Tidak lama kemudian, armada berlabuh di sebuah pulau. Tetapi ternyata pulau itu tidaklah bertanah panas dan harum. Dengan sedikit kecewa pelayaran diteruskan. Armada kemudian berlabuh di pulau Hujung Tanah. Sementara berlabuh Empu Jatmika tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu dia serasa berjumpa dengan almarhum ayahanda, yang berpesan supaya mendarat di pulau Hujung Tanah. Di situlah dia akan menjumpai apa yang dicari.
Pagi-pagi benar pergilah Empu Jatmika dengan empat orang pengiringnya menuju pulau Hujung Tanah. Dia mengambil tanah di sana, dan benarlah di sini hawanya panas laksana api, harum bagai daun pudak.
Dengan batu-batu yang dibawa dari negeri Keling, dimulailah membangun sebuah candi. Kemudian didirikan pula sebuah istana lengkap dengan balairung, pendopo dan perbendaharaan. Dengan suatu upacara di dalam balairung, Empu Jatmika memberikan nama kepada negara baru itu Nagara Dipa. Dia sendiri menjadi raja di negara ini dengan gelar Maharaja di Candi.
Lanjutanya, silakan klik pada nomor di atas
Label:
Pembelajaran
Senin, 21 September 2009
Wellcome Back to School SMP Negeri 1 Banjang
Setelah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan di BAPELKES Banjar Baru, dua orang guru SMPN 1 Banjang, yaitu M. Sahriadi, S.Pd dan Hasanuddin, S.Pd kini telah siap melakukan aktivitasnya kembali. Keberangkatan mereka memakan waktu 18 hari dan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Keduanya merupakan CPNS angkatan 2008. Semoga dengan kedatangan mereka, SMPN 1 Banjang menjadi semakin maju karena kehadiran mereka membawa semangat baru untuk kemajuan SMPN 1 Banjang. Pun, selama pelatihan mereka berhasil mendapat nilai yang memuaskan. Bravooooo SMPN 1 Banjang
Label:
Kegiatan
Pesantren Ramadhan
Untuk mengisi kegiatan, yang oleh Dinas Pendidikan Kab. HSU dilaksanakan 1 minggu, SMPN 1 Banjang mengadakan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini diketuai oleh M. Sahriadi, S.Pd. Kegiatan pesantren Ramadhan ini diisi dengan pelajaran tambahan dari dewan guru, dan kegiatan keagamaan. Mulai dari praktek istinja yang benar, cara shalat, shalat jenazah, dan masalah akhlak menjadi bahan pelajaran bagi siswa yang mengikuti pesantren Ramadhan ini. Untuk kegitan keagamaan dibimbing langsung oleh Ustadz Sahruji, S.PdI dan guru agama Ibu Marlini, S.PdI. Kegiatannya cukup memberikan manfaat bagi para siswa yang notabenenya adalah pelajar pada sekolah umum yang pendidikan agamanya sangat minim. Adapun tujuan khusus diadakannya pesantren ramadhan ini, yaitu:
1. Agar siswa bisa mempraktekkan cara istinja yang benar dalam kehidupan sehari-hari;
2. Agar siswa bisa mempraktekkan cara wudhu dan shalat yang benar;
3. Agar siswa laki-laki bisa melaksanakan shalat jenazah; dan
4. Agar siswa memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat.
1. Agar siswa bisa mempraktekkan cara istinja yang benar dalam kehidupan sehari-hari;
2. Agar siswa bisa mempraktekkan cara wudhu dan shalat yang benar;
3. Agar siswa laki-laki bisa melaksanakan shalat jenazah; dan
4. Agar siswa memiliki akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat.
Label:
Eskul
Minggu, 16 Agustus 2009
Reportase: 17-an Ala SMPN 1 Banjang
Mungkin banyak cara yang dilakukan orang untuk melakukan perayaan 17-an. Tapi, di SMPN 1 Banjang perayaan 17-an tidaklah hanya deretan acara seremonial belaka. Di sekolah ini, selain lomba-lomba seperti Baris berbaris, Memasukkan pulpen dalam botl, memasukkan air dalam botol, lomba makan kerupuk, dan main bola dengan alat pemukul singkong, para siswa juga diajak mendalami dan menghayati bagaimana para pejuang kita dulu membela tanah air dengan diputarnya sebuah film yang bertema perjuangan Noga Bonar 1, Naga Bonar 2, dan Laskar Pelangi.
Selain itu, para siswa juga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan desa. Memang perayaan 17-an di sebuah desa yang lumayan jauh dari perkotaan, tidaklah seramai di kota, tapi acara tersebut bagi kalangan masyarakat yang notabene-nya adalah grassrot cukup menghibur. Hal itu terbukti ketika acara berlangsung, banyak penduduk desa yang datang, dan bahkan turut menyemangati para pemain yang sedang bertanding. Bravoooooo SMPN 1 Banjang

Selain itu, para siswa juga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan desa. Memang perayaan 17-an di sebuah desa yang lumayan jauh dari perkotaan, tidaklah seramai di kota, tapi acara tersebut bagi kalangan masyarakat yang notabene-nya adalah grassrot cukup menghibur. Hal itu terbukti ketika acara berlangsung, banyak penduduk desa yang datang, dan bahkan turut menyemangati para pemain yang sedang bertanding. Bravoooooo SMPN 1 Banjang

Label:
Eskul
Senin, 20 Juli 2009
Reportase MOS SMPN 1 Banjang




"MOS tidaklah sama dengan ospek!', kata Kepala SMPN 1 Banjang ketika membuka MOS SMPN 1 Banjang yang diadakan dari tanggal 15 s/d 18 Juli 2009. Dari hasil penerimaan siswa baru periode 2009-2010, SMPN 1 Banjang berhasil mendapatkan siswa sebanyak 30 orang. Angka 30 orang itu tidaklah sesuatu yang mengherankan bagi sekolah lain yang berada di kota, tapi di SMPN 1 Banjang yang letaknya berada di pedalaman Kab. HSU Kalsel, angka tersebut merupakan pencapaian siswa yang luar biasa. Hal tersebut dikarenakan dari berdirinya sekolah ini, 01 Januari 2006, tahun inilah siswa yang paling banyak mendaftarkan diri.
Hal tersebut tidak lepas dari usaha para dewan guru yang berjalan ke seluruh sekolah di kawasan terdekat, yaitu Desa Pulau Damar, Desa Pawalutan, dan Desa Teluk Mesjid (masuk dalam Kec. Batu Mandi, Kab. Balangan) untuk mempromosikan sekolah ini. Selain itu, SMPN 1 Banjang membiayai seluruh keperluan siswanya mulai dari pembelian buku tulis, pulpen, seragam sekolah, baju olahraga, dan sepatu sekolah. Semua dana tersebut diambil dari dana BOS dan bantuan-bantuan lainnya, yang memang sudah dialokasikan untuk keperluan tersebut. Hal tersebut merupakan hasil rapat dewan guru supaya memotivasi siswa untuk sekolah di sini, karena notabene-nya rakyat di desa ini adalah rakyat miskin.
MOS SMPN 1 Banjang ini berlangsung selama empat hari. Materi-materi yang diberikan adalah seputar kegiatan sekolah, seperti wawasan wiyatamandala, organisasi sekolah, motivasi belajar, narkoba dan kenakalan remaja, tata tertib sekolah, wawasan keagamaan, akhlak siswa, permainan, dan kerja bakti.
Panitia MOS SMPN 1 Banjang
Ketua : M. Sahriadi, S.Pd
Wakil Ketua : Wahyudin Noor, S.Pd
Sekretaris : Ahd. Yadi, A.Ma
Bendahara : Marlini, S.PdI
Penerimaan Siswa Baru 2009-2010
Diberitahukan kepada seluruh warga Desa Pulau Damar, Desa Pawalutan, dan sekitarnya bahwa SMP Negeri 1 Banjang membuka penerimaan siswa-siswi baru tahun pelajaran 2009/2010. Bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah yang sudah menamatkan Sekolah Dasar (SD) diharapkan agar menyekolahkan anaknya untuk menyukseskan Program Pemerintah yaitu Wajib Belajar 9 Tahun.
A. FASILITAS SEKOLAH
1. Memiliki ruangan: 3 buah ruangan kelas; 1 ruangan Kantor; 2 ruangan WC. Rencana yang akan datang ditambah lagi 2 buah ruangan dan perpustakaan;
2. Memiliki Guru yang lengkap, yaitu 19 orang sesuai dengan bidang keahlian pendidikan masing-masing;
3. Memiliki perpustakaan yang lengkap, setiap siswa mendapat buku pelajaran, 1 (satu) orang 1 (satu) buku tiap mata pelajaran;
4. Memiliki Lapangan Olahraga, yaitu Volly, Basket, dan Tenis Meja;
5. Memiliki Kegiatan Ekstra Kurikuler, yaitu Pramuka, Olah Raga, Habsy, dan Latihan Pelajaran memainkan musik;
6. Memiliki kelengkapan alat musik, seperti Habsy, Gitar, Keyboard, dan Suling;
7. Mendapat baju seragam putih dan biru (Gratis);
8. Mendapat alat tulis buku dan pulpen (Gratis).
B. PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka pada tanggal 29 Juni s/d 12 Juli 2009 bertempat:
1. Rumah Kepala Desa Pulau Damar dengan Ibu Sri Hamdah, S.PdI
2. Rumah Wahyuliani Desa Pulau Damar RT.03 Kec. Banjang
C. PERSYARATAN
1. Potokopi SKHU yang sudah dilegalisir oleh Kepala SD yang bersangkutan 1 lembar;
2. Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar;
3. Mengisi formulir pendaftaran (bisa didapat di tempat pendaftaran).
Demikian pengumuman ini disampaikan. Diharapkan agar seluruh orang tua yang memiliki anak usia sekolah SMP agar dapat mendaftarkan anaknya. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui
Kepala SMP Negeri 1 Banjang,
TTD,
SYAHRANI, S.Pd
NIP 195902041983051004
Label:
Eskul
Selasa, 30 Juni 2009
Kegiatan SMP Negeri 1 Banjang Juni 2009
Akhirnya SMP Negeri 1 Banjang berhasil meluluskan siswa-siswinya. Dari gambar di atas, tampak Kepala Sekolah SMPN 1 Banjang sedang memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang berprestasi pada acara Kenaikan Kelas dan Pembagian Raport Kelas III pada tanggal 27 Juni 2009. Semua siswa kelas III yang mengikuti UN lulus dengan hasil pas-pasan. Walaupun dengan hasil demikian, semua dewan guru sangat bangga dengan prestasi tersebut. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan jerih payah dewan guru selama 1 tahun menggembleng siswa-siswi tersebut telah berbuah dengan kelulusan, tanpa ada "tim sukses" dan bantuan apapun dari guru atau dari pihak manapun.Semula dewan guru merasa gugup akan kelulusan ini, tapi setelah tahu bahwa semua siswanya lulus seratus persen akhirnya kegelisahan tersebut berubah menjadi kegembiraan yang tak dapat diceritakan di sini. Selanjutnya dewan guru SMP Negeri 1 Banjang mulai menyiapkan strategi untuk kelas III yang akan datang, mohon doa restunya...........

Pada gambar di atas, terlihat kesibukan para peserta Seminar Pendidikan Nasional di Aula Banua Kita Amuntai pada tanggal 25 Juni 2009 yang diadakan FOSI STIPER yang menghadirkan tiga nara sumber. Nara sumber tersebut yaitu, H. Jazuli S.Pd, H. Misran, S.Pd, dan Ir. H. Ismail Yusanto, MM. Tema seminar tersebut adalah "Pendidikan Murah dan Berkualitas, Mungkinkah?". Dari seminar itu dipaparkan bagaimana kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Dari seminar tersebut, dewan guru SMPN 1 Banjang yang mengikuti seminar tersebut sebanyak 8 orang. Hasil seminar tersebut dirundingkan oleh dewan guru untuk bekal menghadapi dan menerapkan strategi pembelajaran di SMPN 1 Banjang yang akan datang. Bravo SMP Negeri 1 Banjang...........

Dua gambar di atas merupakan kegiatan perlombaan Atletik tingkat Kab. HSU di GOR Amuntai. Kegiatan tersebut merupakan seleksi POPDA 2009. SMPN 1 Banjang diwakili oleh dua orang yang mengikuti lari 100 meter, yaitu Emi Setyorini dan Darham. Walaupun belum memperoleh kemenangan, setidaknya ini sebagai pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran untuk bekal selanjutnya. Maju terus SMPN 1 Banjang
Label:
Kegiatan
Selasa, 16 Juni 2009
UAN dan Perpisahan SMP Negeri 1 Banjang
FOTO: 1 ---Akhirnya, untuk yang pertama kalinya SMP Negeri 1 Banjang berhasil mengadakan UAN pada tahun 2009 sejak didirikan 01 Agustus 2006. Tampak dari gambar terlihat beberapa orang polisi sedang berjaga-jaga mengantisipasi segala hal yag tak diinginkan. UAN yang pertama kalinya ini diikuti oleh 11 orang siswa. Memang pada dasarnya, secara administratif, SMP Negeri 1 Banjang tidak bisa melaksanakan Kegiatan UAN itu dikarenakan syarat untuk melakukan kegiatan tersebut, siswanya harus mencapai 20 orang. Tapi dikarenakan jarak, keamanan, tempat, dan lain-lain yang jadi pertimbangan, akhirnya oleh Dinas Pendidikan Kab. HSU memberikan kebijakan kepada SMP Negeri 1 Banjang untuk melaksanakan UAN di sekolah asalnya walaupun syarat 20 orang tadi tidak terpenuhi.


FOTO 2 --Dari foto ini dapat dilihat prosesi acara Perpisahan kelas IX pada tanggal 13 Juni 2009 yang dihadiri oleh orang tua wali murid dan Komite Sekolah (Sekaligus Kepela Desa Pulau Damar). Dengan acara yang sangat sederhana, acara ini berlangsung hidmad.
Kamis, 11 Juni 2009
Foto Bersama Dewan Guru Saat Perkawinan M. Sahriadi & Sri Hamdah
Dari kiri ke kanan: Hasanuddin, S.Pd (Guru B.Ing); Fitriya, S.Pd (Guru Biologi); M. Sahriadi, S.Pd (Guru B.Ind); Sri Hamdah, S.PdI (Guru Mulok); Salamiah, S.Pd (Guru Matematika); dan Marlini, S.PdI (Guru Agama)
Dari sebelah kiri ke kanan: Wahyudin Noor, S.Pd (Guru IPS); Hasannuddin, S.Pd (Guru B.Ing); Rajidin, S.Pd (Guru BK); M. Sahriadi, S.Pd (Guru B.Ind); Sri Hamdah, S.PdI (Guru Mulok); Eko Santoso, A.Ma (Guru Penjaskes); dan Khairil Ilmi, S.Pd (Guru PPKn)
Minggu, 10 Mei 2009
Semoga Berbahagia!
Akhirnya semua yang diharapkan kini telah menjadi kenyataan. Hari Senin, tanggal 04 Mei 2009, dua orang guru SMPN 1 Banjang telah melangsungkan perkawinan yang meriah di Desa Pulau Damar.
Guru tersebut bernama M. Sahriadi, S.Pd dan Sri Hamdah, S.PdI. Sang mempelai perempuan adalah putri kedua dari sorang Kepala Desa di Desa Pulau Damar.
Dua hal yang membuat ini menjadi istemewa. Pertama, dengan pernikahan ini berarti sebuah kebahagiaan yang terindah bagi kedua mempelai. Kedua, dengan pernikahan ini berarti ada seorang guru yang nantinya akan menetap di Desa Pulau Damar yang kebetulan SMPN 1 Banjang ini berada di Desa Pulau Damar, diharapkan SMP ini akan lebih maju untuk ke depannya. Hal ini tentu istemewa, karena selama perjalanannya, tak seorangpun guru yang menetap di dekat sekolah ini.
Semoga Tuntung Pandang, Ruhui Rahayu, dan menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, warahmah.........!!! Senyum dunk!!!!!
Latihan Upacara Bendera
Label:
Eskul
Profil Salamiah, S.Pd
Beliau merupakan jebolan FKIP Unlam jurusan Pendidikan Matematika. Beliau lulus tahun 2005. Semula beliau adalah guru di SMU Negeri 1 Danau Panggang. Karena jarak tempuhnya terlalu jauh, akhirnya beliau diizinkan pindah ke SMP Negeri 1 Banjang.
Sekarang Beliau sudah memiliki seorang anak laki-laki yang sesekali bisa ikut ke sekolah kalau beliau dalam posisi luang.
Label:
Biografi Guru
Biografi Rajidin, S.Pd

Inilah sosok paling tangguh di SMP Negeri 1 Banjang. Beliau adalah kelahiran Amuntai tanggal 20 September 1958. Sejak kehadirannya di sekolah ini, beliau telah banyak membawa kemajuan khususnya di bidang fisik sekolah. Baru sekitar 4 bulan kehadiran beliau di sekolah ini, beliau telah membenahi dan memperbaiki kondisi sekolah yang semula seperti bangunan tua yang tak berpenghuni saja.
Atas ide beliaulah, akhirnya SMP Negeri 1 Banjang mempunyai lapangan basket, dan dengan tangan beliau sendirilah lapangan basket itu dibuat.
Beliau di sekolah merupakan guru BP yang semula adalah pindahan dari SMPN Tampakang. Kerja keras beliau sekarang telah membuahkan hasil, sekarang sekolah ini telah dicat dengan tangan beliau sendiri sehingga tidak lagi menyeramkan seperti semula.
Semoga dedikasi beliau terhadap dunia pendidikan mendapat pahala yang berlipat dari Yang Maha Kuasa.
Sekarang Beliau tinggal di Desa Panyiuran Amuntai, dan jarak tempuh beliau dengan sekolah ini adalah sekitar 30 km dengan melewati jalan setapak, yang apabila musim hujan tiba maka jalan tersebut tidak bisa dilalui. Kalau sudah demikian, terpaksa beliau harus memutar jalan ke arah lampihong-Batu Mandi-Pulau Damar yang berjarak sekitar 50 km. Bravooooo
Label:
Biografi Guru
Profil Ahmad Yadi, Ama.Pd
Beliau adalah guru negeri kedua setelah Kepala Sekolah. Secara edukatif, beliau adalah lulusan DIII Pend. Fisika UNPAR tahun 2003. Sekarang beliau sedang menyelesaikan S1 pendidikan Biologi di STIKIP Banjarmasin. Insya Allah tahun 2009 ini beliau sudah berhasil memperoleh gelar Sarjana.
Sekarang beliau tinggal di Tapus Kec. Alabio dan mempunyai 2 orang anak.
Label:
Biografi Guru
Rabu, 01 April 2009
Biografi M. Sahriadi, S.Pd
Muhammad Sahriadi, S.Pd. Merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Ia adalah pemuda lajang kelahiran Kelua, 07 Juli 1981. Semula ia adalah guru honor di SMK Multimedia Kelua.Kehadiran di SMPN 1 Banjang pada tahun 2008 besama rekannya Hasanuddin S.Pd, cukup memberikan konstribusi bagi perkembangan sekolah ini. Ide untuk membuat situs tercipta dari benaknya yang pada akhirnya ia dipercaya untuk mengelola situs ini.
Perkenalannya dengan dunia tulis menulis sudah lama terjadi. Dia adalah jebolan FKIP Unlam jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2005. Di kampus ia dikenal sebagai aktivis seni (Seniman Teater) yang tergabung dalam Teater Himasindo FKIP Unlam.
Ia juga telah banyak mengetuai kegiatan-kegiatan sewaktu kuliah. Tulisannya tentang sastra bisa dijumpai di harian Radar Banjarmasin dan Banjarmasin Post, Jurnal Metafor, dan Buletin Corong FKIP Unlam.
Di SMPN 1 Banjang ia dipercayakan mengajar Bahasa Indonesia dan menjadi Wakasek Kurikulum. Setiap hari ia pulang pergi dari Kelua ke Pulau Damar sejauh 43 km yang ditempuh dalam waktu 1,5 jam.
Informasi dan pemikirannya bisa dilihat dari blog pribadinya, yaitu http://adoem-poeboe84.blogspot.com/
Untuk Sekolah formalnya:
1. SDN Sei Rukam 2 tahun 1996
2. MTsN Ampukung tahun 1996
3. MAN Kelua tahun 2001
4. FKIP Unlam tahun 2005
Label:
Biografi Guru,
Profil
Biografi Hasanuddin, S.Pd
Hasanuddin, S.Pd. Lahir di Banjarmasin pada tanggal 26 Januari 1981. Semula dia adalah seorang tenaga honorer di SMPN 23 Banjarmasin. Pada tahun 2007, setelah mengikuti tes CPNS dan lulus, maka oleh Dinas Pendidikan HSU ia ditempatkan di SMPN 1 Banjang bersama 1 orang rekannya.Dia merupakan jebolan FKIP Unlam tahun 2004 jurusan Bahasa Inggris dan merupakan anak paling bungsu dari 4 bersaudara. Loyalitasnya untuk mengabdi pada dunia pendidikan bisa diacongi jempol. Setiap hari pemuda lajang ini pulang-pergi dari Amuntai ke Pulau Damar menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam dengan rute Amuntai - Lampihong - Batu Mandi - Pulau Damar sekitar 40 Km.
Pendidikan formal:
1. SD Negeri Kebun Bunga 6 Banjarmasin lulus tahun 1993
2. SMP Negeri 6 Banjarmasin lulus tahun 1996
3. SMA Negeri 7 Banjarmasin lulus tahun 1999
4. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat lulus tahun 2004
Di SMPN 1 Banjang ia dipercayakan mengajar Bahasa Inggris dan menempati jabatan Kepala Lab. Bahasa. Ia sangat jago dalam dunia komputer.
Di Amuntai ia tinggal bersama kakaknya yang merupakan seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai.
Label:
Biografi Guru,
Profil
Minggu, 29 Maret 2009
Profil Kepala Sekolah SMPN 1 Banjang
Syahrani, S.Pd. Beliau lahir di Amuntai pada tanggal 04 Pebruari 1959. Semula beliau adalah seorang guru agama di Sekolah Dasar. Pada tahun 2006, tepatnya tanggal 01 Agustus beliau ditugaskan di sekolah ini sebagai Kepala Sekolah yang pertama.Beliaulah orang yang pertama kali merintis SMPN 1 Banjang sehingga sekolah ini tetap exist sampai sekarang. Perjuangan beliau yang pulang-pergi dari Amuntai-Pulau Damar melewati jalanan yang penuh lumpur dan air, akhirnya membuahkan hasil dan patut mendapat acongan jempol. Sejak berdirinya, sekolah ini sudah memiliki 3 kelas, yaitu kelas 1 s/d 3.
Jarak antara rumah beliau dengan sekolah adalah sekitar 20 km yang seharusnya ditempuh dalam waktu kira-kira 30 menit, harus beliau habiskan sekitar 1,5 jam dikarenakan hambatan-hambatan di jalanan yang sungguh luar biasa dahsyatnya. Sejak pukul 06.00 pagi, beliau sudah siap-siap berangkat ke sekolah.
Dengan senyum penuh keikhlasan beliau telah menata dan menyapa anak-anak yang datang hampir berbarengan dengan kehadiran beliau di sekolah. Dari raut muka beliau ini, tergamba betapa dahsyatnya perjuangan beliau di daerah pedalaman. Tapi karena keikhlasanlah yang membuat beliau mampu bertahan sampai saat ini. Senyum anak-anak yang haus akan pendidikan, telah membuat beliau melupakan segala kesukaran-kesukaran yang beliau hadapi setiap hari.
Semoga dengan semangat beliau ini, pendidikan di daerah ini pada khususnya, dan pendidikan di seluruh Indonesia pada umumnya, mampu menghasilkan putera-puteri terbaik bangsa ini. Inilah sekedar profil singkat Kepala Sekolah SMPN 1 Banjang dilihat dari kacamata seorang guru yang kebetulan diberi wewenang mengurus blog ini.
Admin
Sabtu, 28 Maret 2009
Sekilas tentang SMP Negeri 1 Banjang
Sekolah Menengah Negeri 1 Banjang merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sekolah ini berada di daerah paling ujung Kecamatan Banjang, tepatnya di Desa Pulau Damar RT.03. SMP Negeri 1 Banjang berdiri di atas tanah seluas 2.595.5 m2 yang merupakan hibah dari Hj. Rohani-Sulaiman.

Adapun motivasi yang mendasari berdirinya lembaga pendidikan ini adalah bertolak dari kenyataan yang berkembang di kalangan masyarakat, banyak anak-anak yang putus sekolah selepas menamatkan Sekolah Dasar. Hal itu terjadi karena sekolah lanjutan tersebut sangat jauh letaknya yaitu di Batu Mandi yang merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Balangan. Sementara, eksistensi masyarakat di Desa Pulau Damar rata-rata petani yang hampir seluruh hidupnya dibiayai oleh kegiatan bersawah dan berkebun, serta bertani karet, sehingga biaya yang digunakan untuk sekolah ke luar daerah sangat banyak. Selain itu, orang tua mereka yang notabene-nya adalah petani juga lebih berharap agar anak-anak mereka dapat membantu pekerjaannya di kebun dan sawah.
Melihat kenyataan tersebut, timbullah keinginan masyarakat untuk membangun sebuah sekolah yang ditujukan untuk menampung anak-anak yang tidak dapat melanjutkan lagi. Akhirnya oleh Bupati Kab. HSU H. Fakhrudin (Alm) dibuatlah Surat Keputusan (SK) Nomor 380 Tahun 2006, tertanggal 1 Agustus 2006, berdirilah sebuah sekolah yang diberi nama SMP Negeri 1 Banjang. Sebagai Kepala Sekolah ditunjuklah Syahrani, S.Pd yang semula menjabat Kepala Sekolah pada SD yang berada di desa itu juga.
Beliaulah yang merintis sekolah tersebut sampai sekarang yang sudah memiliki 3 ruang kelas, dan 1 buah kantor dewan guru. Perjuangan beliau yang setiap hari pulang pergi dari Amuntai ke Pulau Damar dengan jarak sekitar 20 km (tetapi memakan waktu hampir 1,5 jam) melewati jalanan yang berlumpur dan jalanan yang bergelombang telah membuahkan hasil. Sekarang sampai Maret 2009, Sekolah ini telah memiliki murid berjumlah 36 orang dari Kelas VII - Kelas IX. Beliau dibantu oleh 14 guru honor yang telah mengabdikan diri mereka di salah satu pedalaman Kab. HSU. Untunglah pada tahun 2008 oleh Diknas Kab. HSU di tempatkan 5 orang guru negeri, yang terdiri dari 3 orang guru baru (Lulus formasi 2007), dan 2 orang guru pindahan dari daerah lain. Sekarang Jumlah guru pada SMPN 1 Banjang adalah 14 orang dan 1 orang Tata Usaha.

Adapun motivasi yang mendasari berdirinya lembaga pendidikan ini adalah bertolak dari kenyataan yang berkembang di kalangan masyarakat, banyak anak-anak yang putus sekolah selepas menamatkan Sekolah Dasar. Hal itu terjadi karena sekolah lanjutan tersebut sangat jauh letaknya yaitu di Batu Mandi yang merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Balangan. Sementara, eksistensi masyarakat di Desa Pulau Damar rata-rata petani yang hampir seluruh hidupnya dibiayai oleh kegiatan bersawah dan berkebun, serta bertani karet, sehingga biaya yang digunakan untuk sekolah ke luar daerah sangat banyak. Selain itu, orang tua mereka yang notabene-nya adalah petani juga lebih berharap agar anak-anak mereka dapat membantu pekerjaannya di kebun dan sawah.
Melihat kenyataan tersebut, timbullah keinginan masyarakat untuk membangun sebuah sekolah yang ditujukan untuk menampung anak-anak yang tidak dapat melanjutkan lagi. Akhirnya oleh Bupati Kab. HSU H. Fakhrudin (Alm) dibuatlah Surat Keputusan (SK) Nomor 380 Tahun 2006, tertanggal 1 Agustus 2006, berdirilah sebuah sekolah yang diberi nama SMP Negeri 1 Banjang. Sebagai Kepala Sekolah ditunjuklah Syahrani, S.Pd yang semula menjabat Kepala Sekolah pada SD yang berada di desa itu juga.
Beliaulah yang merintis sekolah tersebut sampai sekarang yang sudah memiliki 3 ruang kelas, dan 1 buah kantor dewan guru. Perjuangan beliau yang setiap hari pulang pergi dari Amuntai ke Pulau Damar dengan jarak sekitar 20 km (tetapi memakan waktu hampir 1,5 jam) melewati jalanan yang berlumpur dan jalanan yang bergelombang telah membuahkan hasil. Sekarang sampai Maret 2009, Sekolah ini telah memiliki murid berjumlah 36 orang dari Kelas VII - Kelas IX. Beliau dibantu oleh 14 guru honor yang telah mengabdikan diri mereka di salah satu pedalaman Kab. HSU. Untunglah pada tahun 2008 oleh Diknas Kab. HSU di tempatkan 5 orang guru negeri, yang terdiri dari 3 orang guru baru (Lulus formasi 2007), dan 2 orang guru pindahan dari daerah lain. Sekarang Jumlah guru pada SMPN 1 Banjang adalah 14 orang dan 1 orang Tata Usaha.
Kamis, 26 Maret 2009
Gema Maulid di SMP Negeri 1 Banjang

Gambar di atas merupakan sambutan kepala sekolah pada acara Maulidirrasul sekaligus me-launching blog SMPN 1 Banjang. Acara tersebut juga dihadiri para aparat desa, tokoh masyarakat, dan petingi perusahaan kelapa sawit yang sedang beroperasi di desa tersebut.
Selamat ya!
http://smpn1banjang.blogspot.com/
Label:
Administrasi
Langganan:
Postingan (Atom)











