Sabtu, 24 Oktober 2009

Profil Menteri Pendidikan Nasional

Profil Mendiknas Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh
Beberapa hari sebelum pengumuman nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY),nama Muhammad Nuh belum disebut-sebut sebagai calon Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).Nama yang santer disebut-sebut sebagai calon pengganti Bambang Sudibyo adalah Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina Jakarta). Namun pada Rabu malam, 21 Oktober 2009,SBY mengumumkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional adalah Muhammad Nuh.

Siapa dan bagaimana profil Muhammad Nuh? Berikut profil singkat beliau yang saya kutip dari beberapa sumber.Muhammad Nuh lahir di Surabaya 17 Juni 1959. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Anak ketiga dari 10 bersaudara dari keluarga petani itu adalah lulusan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983. Gelar S2 dan S3 diraihnya dari Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis. Dia juga telah dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu digital system, 2004.

Mohammad Nuh mengawali karirnya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.

Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan terpercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat.Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengerus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.
Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang ulama (kiyai) yang sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya.Suami dari dokter gigi Laily Rachmawati, dan ayah dari Rachma Rizqina Mardhotillah, pernah menjabat Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2003-2006.Sebelum menjabat Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I menggantikan Sofyan Djalil pada perombakan kabinet tahun 2007.

Biodata

Nama: Prof Dr Ir Muhammad Noeh
Lahir: Surabaya 17 Juni 1959
Agama: Islam
Jabatan: Menteri Pendidikan Nasional
Isteri: drg. Laily Rachmawati
Anak: Rachma Rizqina Mardhotillah


Pendidikan:
- S1 Fakultas Teknik Elektro ITS, 1983
- S2 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis, 1987
- S3 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis, 1990


Karir:
- Ketua Jurusan Teknik Elekronika, Politeknik Negeri Surabaya ITS, 1992-1993
- Direktur Politeknik Negeri Surabaya ITS, 1997-2003- Guru Besar ITS, 2004
- Rektor ITS, 2003-2006
- Menkominfo, 2007-2009
- Mendiknas, 2009-2014

Sumber/Daftar Pustaka:

-www.web.bisnis.com
-www.tokohindonesia.com
-www.wikipedia.org
-www.lkbnantara.com

Jumat, 23 Oktober 2009

Informasi Penerimaan CPNSD di Kab HSU (Formasi Guru)

Berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 25.F/M.PAN/7/2009 tanggal10 Juli 2009 tentang Persetujuan Prinsip Tambahan Formasi CPNS Daerah tahun 2009 dan Nomor: 464.P/M.PAN/9/2009 tanggal 16 September 2009 perihal Persetujuan RincianFormasi CPNS Daerah tahub 2009, bahwa Pemkab HSU melaksanakan Pengadaan CPNSD Formasi umum Tahun 2009.

1. Jumlah Formasi dan Kualifikasi Pendidikan
Jumlah formasi untuk CPNSD kab HSU dari pelamar umum sebanyak 380 orang, dengan rincian:
a. Tenaga guru sebanyak 190 orang
b. Tenaga Kesehatan sebanyak 106 orang
c. Tenaga Teknis sebanyak 84 orang

2. Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Berbadan sehat dan bebas narkoba
3) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (per 31 Desember 2009)
4) Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
5) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/CPNS
5) Bersedia ditempatkan dilingkungan Pemkab HSU
6) Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS atau TNI/Polri
7) Tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik

B. Persyaratan Administrasi Pendaftaran
1) Pelamar mengajukan permohonan yang ditandatangani sendiri dan ditujukan kepada:

BUPATI HULU SUNGAI UTARA
Up. Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
di-
Amuntai
2) Setiap pelamar menyebutkan dalam surat lamarannya formasi jabatan yang dilamar sesuai dengan formasi yang tersedia;
3) Permohonan ditulis dengan tinta hitam (Boxi/sejenisnya) di atas kertas double folio bergaris, tanpa materai, dan alamat harus lengkap;
4) Mengisis formulir biodata yang disediakan panitia;
5) Permohonan dilampiri dengan:
a. Memperlihatkan ijazah dan transkrip nilai asli dan menyerahkan fotokopinya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, masing-masing 1 lembar; tidak berlaku yang menggunakan surat keterangan kelulusan;
b. Pas Photo ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar;
c. Memperlihatkan AK1 (Kartu Pencari Kerja) dan menyerahkan fotokopinya yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar;
6) Permohonan beserta lampirannya dimasukkan dalam map berwarna:
a. Kuning untuk GURU
b. Hijau untuk KESEHATAN
c. MERAH untuk tenaga Teknis

C. Tempat dan Jadwal Pendaftaran
1. Tempat pendaftaran di kantor BKD Kab HSU Jl. Basuki Rahmat Amuntai
2. Waktu pendaftaran dimulai tanggal 26 Oktober 2009 jam 08.00 WITA (hari kerja) sampai dengan tanggal 4 Nopember 2009 pukul 16.00 WITA, kecuali hari Jumat-Sabtu pukul 08.00-11.00;

3) Pelamar yang memenuhi persyaratan akan diberi nomor tes oleh panitia.
3. Semua berkas menjadi hak milik Panitia CPNSD kab HSU

D. Materi Tes
1. Tes Kompetensi Dasar (TKD),
a) Tes Pengetahuan umum
b) Tes Bakat SKolastik
c) Tes Skala Kematangan

F. Pelaksanaan Tes Seleksi dan Hasil tes
1. Pelaksanaan Ujian seleksi CPNSD dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Nopember 2009 (waktu dan tempat ditentukan kemudian)
2. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus CPNSD direncanakan pada pertengahan Desember 2009.
3. Bagi pelamar yang sudah mendaftarkan diri sebagai CPNS pada kabupaten lain tidak diperkenankan/diperbolehkan mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS di lingkungan Kab HSU, kab kota lainnya.

Lampiran I: Formasi Guru






Selengkapnya syarat dan contoh lamaran bisa dilihat di Papan Pengumuman Dinas Pendidikan dan BKD Kab.HSU

Selamat Berjuang!

Pembelajaran Muatan Lokal Sastra Banjar melalui Pantun Madihin

Oleh: M. Sahriadi, S.Pd
Abstract : Madihin adalah salah satu kesenian Banjar yang memanfaatkan syair dan pantun dengan alat tarbang sebagai pengiringnya. Seiring dengan maraknya muatan lokal diajarkan kepada siswa sejak sekolah dasar hingga sekolah lanjutan, memberikan dampak bagi pemasukan bahan ajar berupa pantun madihin ke dalam kurikulumnya. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan memasyarakatkan pantun madihin tersebut.

Key words : Madihin, muatan lokal

Abstract: Madihin is anyone of artistry of Banjar exploiting idyl and poetry by means of tarbang as its attendant. Along with the hoisterous of local payload taught to student of since elementary school till the continuation school, giving impact for inclusion of substance teach in the form of poetry of madihin into its curriculum. This matter aim to to defin and socialize poetry of the madihin.

Key Words : Madihin, local payload

Pendahuluan
Menurut Kawi (1999), muatan lokal adalah suatu mata pelajaran tambahan yang alokasi pelajaran yang disajikannya lebih menekankan kepada produk dalam (lokal) berupa unsur-unsur atau hal-hal daerah yang nantinya berguna dan bermanfaat untuk kehidupan di masa yang akan datang. Muatan lokal bisa berbentuk bahasa daerah, kesenian daerah, keterampilan daerah permainan tradisional, makanan dan minuman khas daera, berkebun, dan lain-lain. Atau dengan pengertian lain, muatan lokal adalah pembelajaran tambahan yang dianjurkan kurikulum 1994 agar menambah unsur seni budaya daerah pada pendidikan dasar dan menengah, berupa pengetahuan tambahan bahasa, keterampilan, kesenian/budaya daerah dan baca tulis Al-Quran. Contohnya di provinsi Bali, muatan lokalnya adalah seni pahat memahat dan bahasa Inggris yang berguna bagi penerima kunjungan wisatawan mancanegara sebagai pembimbing turis asing.
Memasuki abad ke-19 pada waktu itu Syeikh Muhammad Arsjad Al Banjari pulang ke Benua Banjar dari Tanah Suci. Sejak saat itu pula telah berkembang seni madihin bernapaskan nilai-nilai agama Islam.

Seni madihin tidak terlepas kaitannya dengan seni syair. Baik isi maupun kata-katanya ditinjau dari struktur seni madihin itu sendiri, yaitu terdiri atas 4 baris dan bersjak sama. Sejak dari memasang tabi, menyampaikan isi sampai dengan penutup terjalin satu kesatuan cerita yang unik.

Seni madihin maupun mamanda berkembang di Rantau (Tapin). Seni madihin terus berkembang ke seluruh Benua Lima dan berlanjut ke daerah-daerah Banjar kuala khususnya Banjarmasin.

Seni madihin termasuk salah satu puisi lama dalam kesusastraan Banjar. Tumbuhnya kesenian madihin bersama-sama dengan pantun, syair, lambut, mamanda, dan lain-lain.
Madihin merupakan hiburan bagi seluruh masyarakat, baik kaum bawah, menengah, maupun kaum atas. Sedangkan yang biasa kita saksikan di TVRI Banjarmasin adalah madihin yang dibawakan oleh John Tralala dan anaknya Hendra Hadiwijaya. Madihin yang mereka tampilkan memberikan kesan lucu/jenaka yang membuat penonton bangkit semangatnya, bahagia dan antusias dalam mengikuti jalannya pertunjukan. Meskipun mengandung aspek humor akan tetapi dalam bait tetap mengandung nilai-nilai universal, seperti pantun kepada orang tua, pacar, dan lain-lain. Madihin merupakan puisi rakyat Banjar. Madihin merupakan salah satu hasil kebudayaan Banjar yang perlu dilestarikan karena setiap ada keramaian terutama pada peringatan hari-hari besar, madihin seringkali ditampilkan. Demikian pula ketika upacara perkawinan baru dilangsungkan. Malam hari setelah siang harinya pengantin bersanding, terdengarlah bunyi pukulan tarbang yang diiringi dengan irama lagu. Dengan demikian madihin berfungsi sebagai hiburan masyarakat.

Teknik menyajikan Madihin dengan sarana Pantun dan Syair Banjar

Pamadihinan (tukang madihin), menyampaikan madihinnya sambil menabuh tarbang yang dipegangnya. Madihin dapat disampailan oleh seorang pamadihinan, dapat pula dilakukan oleh beberapa seorang secara bergantian ataupun bersahut-sahutan. Semakin banyak pamadihinannya maka semakin ramailah suasana. Menarik tidaknya madihin bagi para pendengarnya, tergantung pula kepada kepandaian si Pamadihinan itu sendiri. Pandainya ia memilih tema cerita-cerita kemudian menyusunnya ke dalam rangkaian kalimat yang bersajak pada akhirnya, membuat segarnya madihin yang disampaikannya.
Tema madihin luas sekali, apapun dapat menjadi tema madihin, seperti humor, sindiran, saran-saran perbaikan, kampanye, dan lain-lain.
Contoh bagian pendahuluan madihin:

aaa….aaa….aaa….wan
sadang mulai sadang bajalan
napanglah hari silandung malam
bintang lawan bulan sigamarlapan

dapat dimulai dapat bajalan
sebab hari si jauh malam
bintang wan bulan gamarlapan
manandaakan hari si jauh malam

Kesenian ini bisa beriskan nyanyian ataupun pantun-pantun yang berisikan nasihat-nasihat ataupun pelajaran-pelajaran tanpa ada kesan menggurui. Kesenian Madihin ini biasa diadakan dalam suatu acara mislnya memeriahkan pesta perkawinan, pesta sehabis panen,ataupun dalam suatu acara keagamaan. Dan kesenian ini lebih asyik karena menggunakan bahasa Banjar sebagai bahasa pengantar dan dapat pula menggunakan bahasa Indonesia agar orang luar Kalimantan dapat mengerti.

Kesenian Madihin berasal dari kata “madah” yang artinya “berkata-kata”. Fungsi kesenian tersebut hanya sebagai hiburan bagi masyarakat di waktu-waktu tertentu. Berikut ini disajikan contoh struktur Madihin.
Contoh pembukaan dan memasang tabi

Aaa…aaa…aaa…aaa
Assalamualaikum ulun maucap salam
Gasan hadirin hadirat sabarataan
Ulun bamadihin ulahan satu malam
Supan rasanya ulun mambawaakan

Tarima kasih ulun ucapakan
Atas sambutan sampiyan samunyaan
Amun ulun salah, jangan ditatawaakan
Maklumlah ulun hanyar cacobaan.

Salamat datang hadirin nang tarhormat
Kuucap salam supaya samua salamat
Tasanyum (takarinyum) dulu itu sabagai syarat
Supaya pahala dunia akhirat kita dapat.


Untuk kadua kali ulun duduk di sini
Mambawaakan madihin wayah hini
Sabagai bukti ulun dapat inspirasi
Inspirasi yang baik daripada minggu tadi.

Ampun maaf ulun sampaiakan
Kalau kamarian ulun asal-asalan
Manyambati pian nang kada karuan
Karana ulun kada sangaja mambawaakan.

Panyampaian isi manguran, yaitu:

Aaa…wan
Baisukan ini, cuaca carah sakali
Carah ssakali untuk maunjun di kali
Kali nang ada di sabalah sini
Banyak iwaknya jua banyak batahi.

Amun ulun pargi mandi di kali
Untuk manarusakan tradisi urang bahari
Sabagai pamulaan ulun mambarasihakan diri
Sakalinya badapat buhaya mati

Aaa…wan
Manusia wayah hini
Sudah pada barani bagini
Malawan kawitan suddah manjadi tradisi
Kada takuta ikam azab di akhirat nanti

Kakanakan wayah hini
Lawwan kawitan wani-wani
Dimamai sakali, mambalas saribu kali
Dasar dunia handak bagila lagi

Amun saurangan, palihara kalbumu
Amun di tangah urang, palihara lidahmu
Amun di mija makan, palihara parutmu
Amun di jalanan, palihara matamu

Aaa…wan
Dasar babinian wayah hini
Sudah inya sangatlah wani-wani
Bapakaian singkat, rok mini sakali
Naik sapida mutur handaknya bacalurit lagi
Katanya ini sudah zamannya reformasi
Sudah saatnya kita ubah posisi
Jangan hanya lalakian nang manguasai
Kini wayahnya kita jadi polisi

Kalau memang zaman sudah baganti
Handak rasanya ulun mancari lagi
Dapat nang langkar sakalinya nang sudah balaki
Hancur pasaranku, dapat si bini balu

Amun dicium di bibir ngarannya bakucupan
Amun dicium di dada ngarannya bakunyutan
Amun dicium di gulu ngarannya bacupangan
Amun dicium di ketek kaina pian kana lempang
Karna itu kada tamasuk aturan
Akhirnya pipi padas bahabangan

Penutupnya adalah:
Distop dahulu ulun bamadihinan
Ngalu kapala bapandir kada karuan
Handak rasanya ulun mangacak pingggang
Biar badiam, pian tatawaan

Cukup sakian ulun mamadahakan
Gasan pian nang sudah baranakan
Agar jangan salah manarapakan
Dalam mangarungi bahtera kahidupan

Tarima kasih ulun haturakan
Atas parhatian dari awal sampai pahujungan
Mudahan piyan kada lakas muyak
Lawan madihin ulun yang mahanyutakan

Aaa…wan
Sadang bamandak….sadang pula batahan
Karana ulun sudah kauyuhan
Awak ulun sudah limbuy bapaluhan,
muntung ulun sudah baliuran.


Riwayat Lahirnya Madihin Hingga Sekarang
Madihin berasal dari kata “madah” (pujiian) atau dalam bahasa Banjar “papadahan” (nasihat) yang dipengaruhi oleh syair-syair sastra dengan cara akhiran yang sama. Dalam menyampaiakan syair-syair Madihin, senimannya sambil menabuh terbang (sejenis alat rebana) sebagai musik penggiring, seperti gendang musik Melayu dari tanah Malaka.

Kesenian Madihin diperkirakan mulai tumbuh dan berkembang setelah masuknya Islam ke Kalimantan Selatan, dan mulai di Tawia kecamatan Angkinang kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan tokoh pamadihinan kampung Tawia ini adalah “Dulah Nyanyang”.
Namun ada juga yang menyebutkan bahwa Madihin berasal dari Kabupaten Tapin, serta berasal dari kecamatan Paringin, kabupaten Hulu Sungai Utara (Sekarang Balangan).

Pementasan Madihin
Seni Madihin ini biasanya disajikan pada arena terbuka dengan panggung sederhana terbuat dari bambu dengan hiasan daun enau muda dengan perengkapan dua buah meja, empat buah kursi karena biasanya tampil empat orang seniman dua laki-laki dan dua perempuan secara berpasanangan.

Sebelum menyajikan seni Madihin, biasanya seniman membacakan berbagai mantra, maksudnya agar tidak diganggu makhluk halus serta kekuatan lain yang bisa mengganggu konsentrasi pada waktu tampil serta membakar kemenyan (parafin).
Para pamadihinan biasanya memukul terbang sebagai salam pembuka, seraya mengucapkan selamat datang dan ucapan minta maaf bila dalam penyampaian Madihin nanti ada kesalahan. Kemudian baru pamadihinan menyampaikan syair-syair berupa pantun, baik yang bernada nasihat, bercerita bahkan tiddak sedikit syair yang bernada humor serta ada juga syair sedikit berbau porno.

Seni ini bisa disajikan pamadihinan berdasarkan pesanan orang yang mengadakan acara perkawinan, sunatan, panenan, atau acara kenduri lainnya.

Simpulan

Untuk memberdayakan dan melestarikan kesenian tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai seni tutur “Madihin” pernah diadakan difestivalkan. Tokoh-tokoh pamadihinan Kalsel dewasa ini yang dapat didata hanyalah Jhon Tralala alias Yusran Effendi (42 tahun, tahun 2000), Mat Nyarang dari Kabupaten Banjar, Abdul Gani dari Kota Baru, Zainuddin dari Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sebagai bahan muatan lokal sastra Banjar, kesenian Madihin perlu dibuatkan bahan pelajaran yang memang benar-benar berisi syair Madihin dan cara memainkannya/melagukan syair Madihin serta alatnya terbang “rebana” khusus dan pengajar Madihin ini perlu dilatih dan disiapkan sedini mungkin untuk mengajarkannya kelak. Walaupun nanti kesenian Madihin ini tidak dapat dimsukkan juga dalam kurikulum muatan lokal, alangkah baiknya pelajaran Madihin ini diberikan dalam kegiatan kesenian atau ekstrakurikuler dengan cara memperdengarkan kaset Madihin atau menonton cassette disk Madihin melalui VCD.

Saran

Kebudayaan kita yang hanya menjadi tokoh di belakang panggung (di balik layar) haruslah kita buang jauh-jauh, gantilah itu dengan keberanian menjadi pelopor kebangkitan sastra lisan Madihin yang kerap hanya dibawakan oleh orang-orang tertentu saja.

Daftar Pustaka
Ant/ Si. Seni Khas suku Banjar Madihin di ambang Kepunahan, dalam Budaya Dekrit.
Nomor 28 Tahun I, Agustus 2000,Hal:4

Ghany, Markum Suriansyah. Humor dalam Pantun Madihin. Wanyi,1999.

Ismail, Abdurachman. Peran Seni Madihin, dalam harapan dan wujud nyata. Makalah
seminar. 3 juni 2000.

Kawi, Djantera. 1999. Materi Perkuliahan Penelitian Pengajaran Bahasa. Banjarmasin:
FKIP Unlam.

Rafiek, Muhammad. Mencetak Generasi Pamadihinan di Kalimantan Selatan. Makalah
Forkomnas MSI XIII tahun 2000 di Yogyakarta.

Rafiek, Muhammad. 2000. Koleksi Tugas-Tugas IBD Fekon Unlam. Banjarmasin:FKIP
Unlam.

Rafiek, Muhammad. 2004. Materi Perkuliahan Sastra Daerah. Banjarmasin: FKIP Unlam.

Kamis, 22 Oktober 2009

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

SMP Negeri 1 Banjang mengucapkan selamat kepada para menteri kabinet Indonesia bersatu II yang telah dipilih oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. Khususnya kepada Menteri Pendidikan Nasional, yaitu Muhammad Nuh, semoga berhasil menjadikan pendidikan di Indonesia lebih maju.

Berikut ini adalah daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014 :
1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
30. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan

Demikian susunan kabinet Indonesia bersatu II, kami harapkan para menteri yang mayoritas berasal dari parpol dan juga non parpol benar-benar berjuang untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk mensejahterakan sesuatu kelompok maupun kesejahteraan pribadi.

Senin, 19 Oktober 2009

Hikayat Banjar

Bagi para guru, khususnya guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kesenian yang ingin mengajarkan dongeng kepada anak didiknya, di sini kami masukkan salah satu khazanah sastra klasik terkenal dari Kalimantan Selatan, yaitu Hikayat Banjar.

Cerita yang panjang ini sudah dibuat menjadi sebuah sinopsis oleh seorang guru SMPN 1 Banjang, yaitu M. Sahriadi. Pembuatan sinopsis ini menurut keterangan pembuatnya, hampir memakan waktu 5 bulan yang pada mulanya ditujukan untuk analisis cerita daerah pada pembelajaran sastra di SMP 1 Banjang. Karena menurut beliau sudah saatnya para siswa di Kalsel-Teng tahu tentang cerita dari daerahnya sendiri.

Di laman ini, kami hanya memasukkan sebagian dari kisah yang luar biasa tersebut. Juga ditambah beberapa cerita lain. Selanjutnya Anda bisa langsung mengunduhnya di weblog guru yang dimaksud. Anda bisa mengkliknya di:
1. Sinopsis Hikayat Banjar Part 1
2. Sinopsis Hikayat Banjar Part 2
3. Cerita tentang "Nisan Berlumur Darah" dari Martapura
4. Cerita Penghulu Rasyid

Juga cerita lain bisa Anda lihat di blog tersebut. Atau klik di sini untuk melihat-lihat


Sinopsis
Hikayat Banjar

Cerita ini berasal dari negeri Keling. Di sana hidup seorang pedagang yang kaya raya bernama saudagar Mangkubumi. Istrinya bernama Siti Rara. Anaknya bernama Empu Jatmika. Setelah Empu Jatmika besar kemudian dia kawin dengan Sari Manguntur. Dari perkawinannya ini Empu Jatmika mendapat dua orang putra, bernama Empu Mandastana dan Lembu Mangkurat. Saudagar Mangkubumi jatuh sakit ketika kedua cucunya masih remaja. Semua anggota keluarga dititahkan untuk berjaga selama 40 hari, siang dan malam. Saudagar Mangkubumi meminta supaya anak dan cucunya datang menghadap ketika beliau hampir meninggal dunia. Kemudian dia berpesan kepada anaknya Empu Jatmika supaya menjaga seluruh keluarga dengan sebaik-baiknya. Selain itu beliau berpesan agar jangan kikir dan bersikap adil terhadap setiap orang. Hendaklah anaknya menerima dan mendengar setiap permohonan orang yang datang menghadap dengan segera. Itulah kata-kata terakhir dari saudagar Mangkubumi.

Sebelumnya juga beliau berpesan supaya anaknya pergi merantau ke luar negeri Keling karena di negeri Keling ini terdapat banyak orang yang suka iri hati dan dengki. Anaknya Empu Jatmika harus mencari negeri yang bertanah panas dan berbau harum. Untuk mengetahui hal itu hendaklah dia menggali tanah yang didatanginya, kira-kira pada tengah malam dan mengambilnya sekepal. Jika telah berhasil menjumpai daerah yang tanahnya memenuhi syarat-syarat itu, hendaklah dia menetap di sana. Karena di tempat itulah dia mendapat rahmat dan kebahagiaan. Tanaman-tanaman akan tumbuh subur. Saudagar-saudagar akan berdagang, dan negara akan terhindar dari gangguan musuh. Jika tanah itu harum tetapi dingin, maka kebahagiaan dan kemakmuran hanyalah sekadar saja. Baik dan buruk ada di dalam keadaan seimbang. Jika tanah itu berbau busuk dan lagi dingin, maka niscaya negara itu senantiasa ditimpa bahaya. Menderita kesukaran yang tidak putus-putusnya.

Setelah berpesan demikian, saudagar Mangkubumi menutup mata untuk selama-lamanya. Semua keluarga berduka cita, dan meratapi dengan tangis kesedihan. Untuk mengikuti kebiasaan pada zaman dahulu kala, upacara pemakaman berlangsung dengan disertai pembagian beribu-ribu lembar kain dan berpuluh-puluh ribu uang yang ditaburkan.
Mengingat akan pesan ayahnya, Empu Jatmika setuju sekali untuk meninggalkan negerinya. Dia memerintahkan hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa untuk datang menghadap. Juga Wiramartas yang merupakan seorang ahli bahasa. Wiramartas fasih dalam berbahasa Arab, Persi, Melayu, Tionghoa, dan lain-lain. Kemudian Wiramartas ditunjuk sebagai kepala dari rencana perjalanan ini.
Tidak lama kemudian, bertolaklah dari negeri Keling, armada yang berlayar dengan dipelopori oleh kapal Si Prabayaksa. Empu Jatmika terdapat dalam kapal pelopor ini. Tidak lama kemudian, armada berlabuh di sebuah pulau. Tetapi ternyata pulau itu tidaklah bertanah panas dan harum. Dengan sedikit kecewa pelayaran diteruskan. Armada kemudian berlabuh di pulau Hujung Tanah. Sementara berlabuh Empu Jatmika tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu dia serasa berjumpa dengan almarhum ayahanda, yang berpesan supaya mendarat di pulau Hujung Tanah. Di situlah dia akan menjumpai apa yang dicari.

Pagi-pagi benar pergilah Empu Jatmika dengan empat orang pengiringnya menuju pulau Hujung Tanah. Dia mengambil tanah di sana, dan benarlah di sini hawanya panas laksana api, harum bagai daun pudak.

Dengan batu-batu yang dibawa dari negeri Keling, dimulailah membangun sebuah candi. Kemudian didirikan pula sebuah istana lengkap dengan balairung, pendopo dan perbendaharaan. Dengan suatu upacara di dalam balairung, Empu Jatmika memberikan nama kepada negara baru itu Nagara Dipa. Dia sendiri menjadi raja di negara ini dengan gelar Maharaja di Candi.

Lanjutanya, silakan klik pada nomor di atas